Tampilkan postingan dengan label TEKNIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNIKA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2011

Soal Jawab Inggris Maritim ATT IV MARITIME ENGLISH

MARITIME ENGLISH

I.1.Arrange the following words!
a. get-poor-parts-with-engine-lubrication-worn
- With poor lubrication engine parts get worn
b. point-water-becomes-boiling-reaches-it-when-
steam
- When water reaches boiling point it becomes
steam
c.burns-engine-a-oil-diesel-is-into-which-
injected-pressure-high-under-the-diesel
-A diesel engine burns diesel oil which is injected into
the cylinder under high pressure
d.consists-dynamo-a-is-engine-a-of-which-
generator-a-by-driven-diesel

Soal Jawab Perbengkelan Bab IV Prala ATT-IV

. Peralatan permesinan banyak yang dibuat dari besi tuang, yang perbaikannya melalui cara pengelasan. Sedangkan didalam hal pengelasan terdapat cara pengelasan yang disebut cara dingin dan yang lain dengan cara panas. Untuk ini saudara supaya menjelaskan bagaimana jalannya proses bila melakukan pengelasan dengan cara yang disebut cara panas.

Jawab :

Soal Jawab Perbengkelan Bab III Prala ATT-IV

1. Bila pipa got palka yang melewati tangki balas dikapal anda bocor dan harus diganti sepanjang sambungan pipa (flens) jelaskan :
Persiapan melakaukan pekerjaan pipa di ruang tertutup tersebut bila panjang pipa baru tersebut tidak memungkinkan dimasukkan melalui deksel ( manhole ) bagaimana cara anda mengatasinya ?
Jawab :
Persiapannya meliputi :
Ø Pastikan pipa got dalam keadaan kosong .
Ø Buang air balas pada tangki yang pipanya akan diganti .
Ø Siapkan system sirkulasi udara untuk didalam tangki.
Ø Keringkan tangki dari sisa air balas yang ada.

Soal Jawab Perbengkelan Bab II Prala ATT-IV

1. Peralatan permesinan banyak yang dibuat dari besi tuang, yang perbaikannya melalui cara pengelasan. Sedangkan didalam hal pengelasan terdapat cara pengelasan yang disebut cara dingin dan yang lain dengan cara panas. Untuk ini saudara supaya menjelaskan bagaimana jalannya proses bila melakukan pengelasan dengan cara yang disebut cara panas.

Soal Jawab Perbengkelan Bab I Prala ATT-IV


 Soal Jawab Perbengkelan Bab I Prala ATT-IV

1.    Jelaskan cara kerja las busur listrik elektroda terbungkus.
        Jawab :
        Elektroda terbungkus bekerja mengatur busur api supaya tetap tera-
        tur dan melindungi benda kerja yang mncair agar tidak terjadi
         oxidasi dan mengkonsentrasikan busur api sehingga menurangi hi-
         langnya panas, hasilnya ujung elektroda yang mencair lebih panas.
         akibat panas yang tinggi ini memudahkan perambata panas terha-
         dap bagian yang dilas. Lapisan terak yang membeku melindungi
         bagian logam cair yang mendingin sehingga sambungan akar lebih
         kuat, keras dan terhindar dari pengaruh zat udara.

  
 2.a) Jelaska apa tanda-tanda pahat bubut yang tumpul sewaktu digunakan
       untuk membubut.
       Jawab :                                                                                                  
       Tanda-tanda pahat tumpul selagi dipakai :
       1. Hasil sayatan pahat kasar, tatalnya bubuk, meskipun penyayatan-
           nya tipis.
       2. Berbunyi menggerit, berasap, bekas sayatannya mengkilat karena
           mata pemotong pahat sudah berbentuk bidang sehingga pahat
           tidak lagi menyayat melainkan bergesek.
       3. Kalau digerakkan dengan tangan terasa berat dan pahat bergetar.

Operational Advantages of Tri-Fuel Diesel Electric Propulsion (TFDE) Over Diesel Engine Propulsion

Artikel ini melempar cahaya pada kapal-kapal LNG pada umumnya. Dua desain paling terkenal Q-flex dan LNG TFDE kapal sedang dibandingkan. Pembaca juga dapat dengan mudah membandingkan perbedaan dalam operasi di sebuah kapal elektrik mendorong dan sebuah kapal diesel konvensional didorong.Tri-Fuel diesel Kapal Propulsion Listrik (TFDE) Operasi
TFDE singkatan Tri-Fuel kapal listrik propulsi diesel khusus untuk operator LNG. Mari kita sekarang melihat keuntungan operasional umum dari sudut pandang Teknik.

Rabu, 22 Juni 2011

Memahami Turbin Generator ( Generator Uap)

Turbin generator adalah sumber yang populer pembangkit listrik yang bersih di kapal, karena kebanyakan tidak menggunakan jenis bahan bakar minyak yang memeng berat maupun menggunakan mesin diesel. Uap digunakan untuk memproduksi listrik yang terjadi di generator turbin. Uap adalah bentuk, yang mudah dan murah dan juga ramah lingkungan sebagai bahan bakar pada kapal. generator turbin, uap  berasal dari pembangkit boiler kapal uap.

Satuan–Satuan pada istilah Perkapalan

Satuan–Satuan Perkapalan

1. Isi Karene adalah volume badan kapal yang berada di bawah permukaan air (tidak termasuk kulit) dan dinyatakan dalam meter kubik (m3), sedangkan karene itu sendiri adalah bentuk badan kapal yang ada dipermukaan air, sengan catatan bahwa tebal kulit, tebal lunas sayap (bilge keel), tebal daun kemudi, baling-baling dan perlengkapan kapal yang terndam di dalam air tidak termasuk karene. Isi Karene juga dapat dirumuskan sebagai berikut : [ V = L • B • T • Cb ]

V : Isi Karene
L : Panjang Karene
B : Lebar Karene
T : Sarat Kapal
Cb : Koefisien Blok


2. Dispalacement adalah berat dari karene. Misalnya isi karene adalah V dan berat jenis air dinyatakan dengan γ maka dapat dirumuskan sebagai berikut : [ D = V • γ ]
D : Displacement
V : Isi karene
γ : Berat Jenis Cairan
satuan yang digunakan adalah ton dengan catatan ada dua dimensi dalam berat, yang pertama Ton Metrik = 1000 Kg dan yang kedua Ton Inggris = 1016 Kg


3. Pemindahan Air (Vs) adalah volume air yang dipindahkan dari kapal (badan kapal) termasuk kulit lambung kapal, lunas sayap, kemudi, baling-baling dan perlengkapan lainnya. [ Vs = C • V ] dimana yang dimaksud dengan C adalah koefisien tambahan berat cadangan. Kapal yang terendam di bawah permukaan air, volume dari kulit lambung kapal diperkirakan 6 % dari isi karenen. Sedangkan volume dari lunas sayap, kemudi, baling-baling dan perlengkapan lai-lain yang ada di bawah permukaan air diperkirakan mencapai 0.07 % sampai dengan 0.15 % dari isi karene


4. berat Pemindahan Air (W) adalah berat air yang dipindahkan oleh badan kapal secara keseluruhan. Jika berat jenis air di nyatakn dengan gamma (γ) maka [ W = Vs • γ ]

Hukum Maritim



Hukum maritim adalah himpunan peraturan-peraturan termasuk perintahperintah dan larangan-larangan yang bersangkut paut dengan lingkungan maritim dalam arti luas, yang mengurus tata tertib dalam masyarakat maritim dan oleh karena itu harus ditaati oleh masyarakat itu (Jordan Eerton,2004).

Tujuan hukum maritim antara lain :

  1. Menjaga kepentingan tiap-tiap menusia dalam masyarakat maritim, supaya kepentingannya tidak dapat diganggu,
  2. Setiap kasus yang menyangkut kemaritiman diselesaikan berdasarkan hukum maritim yang berlaku
  3. Yang bersangkut paut dalam lingkungan hukum kemaritiman itu antara lain dapat dibedakan menjadi 2 batasan antara lain :
Subyek Hukum Maritim
Contoh (1) : manusia ( Natuurlijke persoon)

Pengertian Kontruksi Haluan Dan Buritan Kapal


Konstruksi Haluan

Haluan sebuah kapal merupakan bagian yang paling besarmendapat tekanan dan tegangan-tegangan, sebagai akibat terjangan kapal terhadap air dan pukulan-pukulan ombak. Untuk mengatasi tegangan-tegangan tersebut, konstruksi haluan sebuah kapal harus dibangun cukup kuat dengan jalan :
1. Di depan sekat pelanggaran bagian bawah, dipasang wrangwrang terbuka yang cukup tinggi yang diperkuat dengan perkuatan-perkuatan melintang dan balok-balok geladak

2. Wrang-wrang dipasang membentang dari sisi yang satu ke sisi lainnya, dimana bagian atasnya diperkuat lagi dengan sebuah flens. Pada bagian tengah-tengah wrang secara membujur dipasang penguat tengah (center girder) yang berhenti pada jarak beberapa gading linggi depan.
3. Pada bagian di depannya, kulit kapal menjadi sedemikian sempitnya hingga tidak perlu dipasang penguat tengah lagi.
4. Gading-gading pada haluan, biasanya jaraknya lebih rapat satu sama lain. Pada jarak lebih 15 % panjang kapal terhitung dari linggi depan, gading-gading pada bagian bawah (deep framing) diperkuat, ( 20 % lebih kua) kelingannya lebih rapat, jugat pelat lutut antara gadinggading dengan kulit kapal dipertebal. Lajur-lajur di dekat lunas, pelatnya dipertebal

sistem konstruksi meintang.


Terdapat beberapa macam sistem konstruksi dalam kapal dan salah satunya adalah sistem konstruksi meintang.
Sistem konstruksi harus dapat menopang beban-beban yang bekerja padanya agar kapal dapt tetap berlayar sebagaimna mestinya.
Berikut terdapat beberapa penguatan yang dipasang pada Sistem Konstruksi Melintang.
Pada bagian Geladak.
Profil atau penegar yang mendukung kekuatan melintang adalah
  1. Balok Geladak dan pada umumnya dipasang setiap jarak gading atau pembujur.
  2. Balok Besar (Strong Beam) yang dipasang sesuai dengan jarak Gading Besar (Web Fream) atau dengan kata lain Balok Besar ditumpu Web Fream dalam sistim konstruksi ini.
  3. Kantilever.
Terdapat juga profil atau penegar yang mendukung kekuatan memanjang pada bagian geladak
  1. Penumpu geladak yang mana terdapat dua macam yaitu penumpu tengah dan penumpu samping.
Pada bagian Lambung Kapal
Profil atau penegar yang mendukung kekuatan melintang adalah
  1. Gading (Frame) atau biasa disebut gading biasa dan dipasang pada jarak-jarak tertentu.
  2. Gading Besar (Web Frame).
Sedangkan profil atau penegar yang mendukung kekuatan memanjang pada bagian ini adalah
  1. Senta Sisi (Side Stringger)
Pada bagian Dasar (Bottom)
Profil atau penegar yang mendukung kekuatan melintang adalah
  1. Wrang (Floor)
Sedangkan profil atau penegar yang mendukung kekuatan memanjang pada bagian ini adalah
  1. Penumpu Tengah (Cetre Girder)
  2. Penumpu Samping (Side Girder)
Jadi dapat dilihat bahwa pada bagian bawah terdapat wrang yang kemudian wrang tersebut menumpu gading baik Gading Biasa (frame) maupun Gading Besar (web frame) kemudian pada geladak ditumpu oleh Balok Geladak maupun Balok Besar dimana Gading Biasa (frame) ditumpu oleh Balok Geladak dan Balok Besar ditumpu oleh Gading Besar(web frame).

sistem konstruksi meintang.


Terdapat beberapa macam sistem konstruksi dalam kapal dan salah satunya adalah sistem konstruksi meintang.
Sistem konstruksi harus dapat menopang beban-beban yang bekerja padanya agar kapal dapt tetap berlayar sebagaimna mestinya.
Berikut terdapat beberapa penguatan yang dipasang pada Sistem Konstruksi Melintang.
Pada bagian Geladak.
Profil atau penegar yang mendukung kekuatan melintang adalah
  1. Balok Geladak dan pada umumnya dipasang setiap jarak gading atau pembujur.
  2. Balok Besar (Strong Beam) yang dipasang sesuai dengan jarak Gading Besar (Web Fream) atau dengan kata lain Balok Besar ditumpu Web Fream dalam sistim konstruksi ini.
  3. Kantilever.
Terdapat juga profil atau penegar yang mendukung kekuatan memanjang pada bagian geladak
  1. Penumpu geladak yang mana terdapat dua macam yaitu penumpu tengah dan penumpu samping.
Pada bagian Lambung Kapal
Profil atau penegar yang mendukung kekuatan melintang adalah
  1. Gading (Frame) atau biasa disebut gading biasa dan dipasang pada jarak-jarak tertentu.
  2. Gading Besar (Web Frame).
Sedangkan profil atau penegar yang mendukung kekuatan memanjang pada bagian ini adalah
  1. Senta Sisi (Side Stringger)
Pada bagian Dasar (Bottom)
Profil atau penegar yang mendukung kekuatan melintang adalah
  1. Wrang (Floor)
Sedangkan profil atau penegar yang mendukung kekuatan memanjang pada bagian ini adalah
  1. Penumpu Tengah (Cetre Girder)
  2. Penumpu Samping (Side Girder)
Jadi dapat dilihat bahwa pada bagian bawah terdapat wrang yang kemudian wrang tersebut menumpu gading baik Gading Biasa (frame) maupun Gading Besar (web frame) kemudian pada geladak ditumpu oleh Balok Geladak maupun Balok Besar dimana Gading Biasa (frame) ditumpu oleh Balok Geladak dan Balok Besar ditumpu oleh Gading Besar(web frame).

Linggi Buritan (Kontruksi Bagian Belakang Kapal ) Bab I A. Linggi Buritan

A. Linggi Buritan

Konstruksi linggi buritan adalah bagian konstruksi kapal yang merupakan kelanjutan lunas kapal. Bagian linggi ini harus diperbesar atau diberi boss pada bagian yang ditembus oleh poros baling-baling, terutama pada kapal-kapal yang berbaling-baling tunggal atau berbaling-baling tiga. Pada umumnya linggi buritan dibentuk dari batang pejal, pelat, dan baja tempa atau baja tuang. Kapal-kapal biasanya mempunyai konstruksi linggi buritan yang terbuat dari pelat-pelat dan profil-profil yang diikat dengan laslasan, sedangkan untuk kapalbesar berbaling-baling tunggal atau berbaling-baling tiga mempunyai konstruksi linggi buritan yang dibuat dari bahan baja tuang yang dilas. Dengan pemakaian baja tuang, diharapkan konstruksi liggi buritan dapat dibagi menjadi dua atau tiga bagian baja tuang yang akan dilas digalangan. Hal tersebut juga untuk mendapatkan bentuk linggi yang cukup baik. Pada kapal yang menggunakan jenis kemudi meletak tanpa balansir, linggi buritan terdiri atas dua bagian. Bagian tersebut ialah linggi kemudi dan linggi baling-baling. Linggi kemudi juga dapat dibuat dari baja tuang dengan diberi penegar-penegar melintang dari pelat. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan kekuatan yang cukup, akibat tekanan melintang kemudi pada saat diputar ke kiri atau ke kanan.

PROSES PEMBUATAN KAPAL



Pada umumnya metode atau cara dalam proses pembuatan kapal terdiri dari dua cara yaitu cara pertama berdasarkan sistem, cara kedua berdasarkan tempat.

Proses pembuatan kapal berdasarkan sistem terbagi menjadi tiga macam:
1.      Sistem seksi
2.      Sistem block seksi
3.      Sistem block

G +

bookmark

  • Add to Facebook
  • Add to Twitter
  • Add RSS Feed
Powered By Blogger